Senin, 03 Desember 2012

Tahukah Anda?

Proses Terjadinya Hujan

Hmmm....lagi musim hujan nih. kemarin musim kemarau teman-teman pada ngeluh panas, gak punya air, males keluar takut kulitnya hitam, dsb. sekarang udah masuk musim hujan, apakah teman-teman juga akan mengeluh? musim kemarau ataupun hujan itu berkah dari Allah. kita mesti bersyukur. sebelumnya, apakah teman-teman udah tau gimana proses terjadinya hujan?ada yang tau? kalo belum, mari baca.

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air. Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal, Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.
 
aduh pasti pada bingung, itu tulisan kok panjang banget. berikut tahapan terjadinya hujan secara singkat:
Tahap 1
Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
Tahap 2
Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
Tahap 3
Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb.

Kamis, 29 November 2012

Tahukah Anda?

MISTERI 
4 Orang Yang Mengaku Pernah Naik Mesin Waktu

Pergi melintasi waktu ke masa depan atau masa lalu menjadi impian setiap orang. Siapa yang gak mau mengubah kegagalan di masa kini bila dapat mencegahnya di masa lalu? Atau ingin tahu seperti apa kondisi dunia di masa depan?

Berbagai film fiksi ilmiah pun banyak yang mengangkat mimpi manusia ini. Contohnya saja Back to The Future dan Terminator yang begitu dikenal. Pertanyaan yang muncul, apakah mungkin manusia melakukan perjalanan melintasi waktu? 4 orang di bawah ini mengaku pernah melakukannya.

1. Andrew D Basiago
Basiago adalah seorang pengacara yang juga anggota MENSA. Ia mengklaim dirinya pernah pergi dengan mesin waktu. Menurutnya, di tahun 60-an dan 70-an pihak militer Amerika Serikat membuat proyek rahasia "Project Pegasus". Dan Basiago terpilih untuk pergi menjelajahi waktu dalam mesin yang telah dibuat.

Petualangan Basiago sampai ke masa 1 juta SM melihat kehidupan dinosaurus. Lalu pergi ke tahun 2045 mengambil mikrofilm penting. Ia juga mengaku pernah menjemput Barack Obama saat masih sekolah.

Semua terdengar seperti kisah fiksi menggelikan. Anehnya, dalam salah satu perjalanan waktu Basiago mengaku pernah ke masa awal Amerika dan bertemu Abraham Lincoln terkait dengan alamat Gettysburg. Bukti tersebut ia rekam dengan kamera. Coba lihat pada foto berikut ini.




2. William Stillings
Bila ada Batman, pasti ada Robin. Nah, peran William Stillings bisa dibilang sebagai 'Robin' bagi Andrew Basiago.

Stillings mengaku bersama Basiago terdaftar dalam program DARPAdi tahun 80-an. Mereka berdua lalu dikirim ke Planet Mars dengan mesin khusus yang bisa 'melompat' begitu cepat. Mudahnya, kamu sudah menonton film Jumper? Begitulah kira-kira, pergi ke tempat lain dalam sekejap mata.

Pengakuan Stillings mengemuka bulan September 2011 silam. Menurutnya, setelah tiga puluh tahun berlalu ia dan Basiago melakukan reuni dan saling berbagi kenangan saat melintasi waktu bersama-sama.

Rupanya tak cuma mereka berdua yang 'pernah' pergi ke Mars. Masih ada 100 ribu orang lainnya yang ikut program DARPA. Masalahnya, CIA menggunakan obat-obatan tertentu yang bisa menghapus memori mereka. Wah, jadi mirip film Men In Black.

3. John Titor
Awal tahun 2000 dunia internet gempar oleh pengakuan John Titor yang mengaku datang dari masa depan. Menurut Titor, ia seorang tentara Amerika dari tahun 2036 yang kembali masa sekarang untuk mengambil komputer IBM lama karena harus men-debug programnya agar tak menjadi masalah di masa depan.

Titor mengatakan di tahun 2015 nanti akan terjadi Perang Dunia III. Rusia akan meluncurkan serangan nuklir terhadap Amerika, Cina dan Eropa. Ia juga sempat memperingatkan akan terjadi perang sipil di Amerika tahun 2008 seperti yang pernah terjadi dulu. Nyatanya, ucapan Titor tak terbukti.

 4. James Burda

Sebelum membahas James Burda, kita perlu ketahui dulu tentang chiropractor. Yakni termasuk dalam pengobatan alternatif, yang mana berkonsentrasi masalah penyembuhan dengan terapi pada tulang belakang, persendian, dan jaringan lunak.

Kembali pada kisah James Burda, ia mengaku memiliki keahlian chiropactor dan dapat menyembuhkan segala penyakit dengan kekuatan yang diperolehnya: dari perjalanan waktu.

Burda tidak hanya bisa menyembuhkan penyakit seseorang, lebih jauh ia bisa melihat ke saat sang pasien mengalami penyebab cedera. Dengan cara ini, Burda bisa memilih metode terbaik guna kesembuhan si pasien. Bukan itu saja, ia pun bisa menyembuhkan pasien dari jarak jauh tanpa perlu bertemu.

Pengakuan Burda ditentang oleh Dewan Chiropactors di Ohio, dan ijin prakteknya pun dicabut. Meskipun ada klaim bahwa sembilan dari sepuluh pasien puas dengan pelayanannya. 

Sumber: Apa Kabar Dunia

Selasa, 27 November 2012

Mari Kita Jaga Bumi Kita

Mari Kita Jaga Bumi Kita

Udah pada baca post sebelumnya kan? ayo kita jaga bumi kita dimulai dari hal-hal kecil. Walaupun kecil, tapi perubahan itu berarti. Daripada tidak ada sama sekali? Mau berubah? yuk lihat gambar berikut

udah lihat gambarnya? buruan di cetak terus ditempel. bukan cuma ditempel didinding, tapi juga tempel diotak ya teman-teman.hhehehe. MASA DEPAN BUMI ADA DITANGAN KITA.

Tahukah Anda?

Jika Matahari Berevolusi, Bagaimana Dengan Masa Depan Bumi?

Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?

Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.

Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi muncul pertanyaan, bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?

Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).


Dari gambar diatas, Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.

Lalu Bagaimana Dengan Bumi?
Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.

Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.

Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.

Saat ini manusia seringkali berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi manusia menemukan cara sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.



Tahukah Anda?

Peristiwa Tabrakan Galaksi = Kiamat Ala NASA?

Galaksi Andromeda terus bergerak mendekati Galaksi Bima Sakti. Suatu saat, dua kelompok jutaan planet dan bintang ini akan bertabrakan. Lalu, apa yang akan terjadi?

Badan Antariksa Nasional Amerika serikat (NASA) berhasil menggambarkan dengan visual yang mengagumkan. Mungkin inilah gambaran kiamat. Saat kedua keluarga antariksa raksasa itu bertabrakan, akan terjadi ledakan kosmis yang luar biasa. Matahari yang biasa menyinari bumi akan terlempar bahkan akan masuk ke galaksi yang lain. Bintang-bintang juga akan bertubrukan dan terlempar dari orbitnya.


Gambar tersebut menunjukkan kehancuran alam yang luar biasa. Hampir bisa dipastikan tidak akan ada makhluk hidup yang selamat. Meski bumi dan tata surya tidak akan hancur total tetapi akan menjauh dari inti galaksi.

Sebelum Andromeda benar-benar menabrak Bima Sakti, kedua galaksi ini digambarkan akan sempat berada dalam satu galaksi tunggal. Namun seiring tarik menarik gravitasi akhirnya tabrakan dahsyat akan terjadi. Andromeda sering disebut para ilmuwan sebagai galaksi pembajak. Kelompok benda luar angkasa ini terus bergerak menuju Bima Sakti dengan kecepatan 250.000 mil per jam. Angka tersebut setara dengan perjalana dari bumi ke bulan dalam satu jam. Lalu kapan tubrukan raksasa itu akan terjadi? Tenang, ahli masih memperkirakan sekitar empat miliar tahun lagi.


Aspek Penilaian RPP

Dalam membuat atau menganalisis RPP kita seringkali kali mengalami kesulitan, terutama dalam tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran. untuk itu perhatikan beberapa aspek berikut.

Beberapa aspek yang dinilai dalam RPP
1. Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran  (tidak menimbulkan penafsiran, Harus mengandung perilaku hasil belajar)
2.  Pemilahan materi ajar harus sesuai dengan karakteristik peserta didik
3.  Pengorganisasian materi ajar (ada tuntutan dan sistematika materi sesuai dengan alokasi waktu)
4.  Kejelasan skenario pembelajaran (ada langkah-langkah kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih)
5. Kerincian skenario pembelajaran (setiap langkah tercermin strategi/metode dan alokasi waktu setiap tahap)
6.    Kesesuaian teknik evaluasi dengan tujuan pembelajaran
7.    Kelengkapan instrumen (soal, kunci, dan pedoman perskoran)
8.    Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik)


Tujuan pembelajaran harus mengandung minimal ABC, untuk lebih lengkap harus mengandung ABCD yaitu                                              
1.      Audience (siswa)
2.      Behahaviour (perilaku atau hasil belajar misal, menjelaskan, menganalisis, dll)
3.   Condition (proses atau kondisi kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Proses: bisa melalui gambar, demonstrasi, )
4.      Degree (tingkatan hasil belajar misal, dengan tepat, teliti, jelas, singkat, dsb)

Contoh 1: peserta didik dapat menjelaskan pengertian alat optik
A: peserta didik
B: menjelaskan

Contoh 2: peserta didik dapat membedakan antara besaran pokok dan besaran turunan, serta dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
A: Peserta didik
B: Membedakan
C: Contoh dalam kehidupan sehari-hari merupakan proses membedakan

Senin, 19 November 2012

Tahukah Anda?

Mengapa Pesawat Bisa Terbang?

Hmmmm... mungkin kita bertanya-tanya, kok bisa ya pesawat yang beratnya berton-ton terbang diudara. apakah pesawat tersebut tidak akan jatuh? untuk mengetahui mengapa pesawat bisa terbang diudara dan tidak jatuh serta bagaimana proses terjadinya. mari perhatikan sedikit penjelasan dibawah ini.

Pada awalnya manusia menganggap bahwa untuk bisa terbang maka kita harus melakukannya sebagaimana burung terbang. Para penemu pesawat, yang pertama kali menciptakan pesawat, menadapat inspirasi  dari burung yang terbang dengan mengepakkan sayapnya. Maka pesawat juga diberi sayap. Tapi, sayap pesawat bukan berarti untuk dikepak-kepakkan seperti sayap burung.

Kegunaan sayap pada pesawat adalah untuk membuat perbedaan kecepatan angin di atas badan pesawat dan di bawah badan pesawat. Kecepatan angin di atas badan pesawat lebih cepat daripada kecepatan angin di bawah. Pesawat pada saat terbang akan menghadapi beberapa hambatan, diantaranya hambatan udara yaitu hambatan karena berat badan pesawat itu sendiri, dan hambatan pada saat menabrak awan. 

Selama penerbangan ada empat macam gaya yang bekerja  yaitu


1. Gaya angkat (gaya keatas)
2. Gaya berat (gaya kebawah)
3. Gaya dorong (gaya maju)
4. Gaya hambatan (gaya kebelakang)


Gaya angkat dan gaya maju/ gaya dorong merupakan gaya kunci untuk penerbangan. Kedua gaya itu diperhitungkan untuk mengatasi gaya berat dan gaya ke belakang/ gaya hambatan. Gaya maju ini menarik pesawat ke arah depan. Gaya maju ini diperoleh dari putaran baling-baling mesin atau dorongan mesin jet. Dengan adanya gaya-gaya ini akhirnya pesawat bisa terbang.

Selain itu, pesawat ada juga sistem kemudinya. Sistem kemudi pesawat terbang dipergunakan untuk melakukan manuver. Pada saat pesawat akan berbelok ke arah kanan maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri, begitu juga saat pesawat akan bermanuver ke kiri, maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri. Bagian belakang pesawat terdapat kemudi yang dirancang secara horizontal dan vertical.